Agro Culture Super Camp

Komunitas Pertanian dan Pehobi Flora-Fauna

Pesona Adenium May 28, 2007

Filed under: Tanaman Hias — agroculturesupercamp @ 2:21 am

adeniumkecil.jpg

Adenium Bergaya Bonsai

Bunga melebat dengan bonggol merlekuk unik dan canti merupak dambaan bagi pehobi adenium. Bagi penggemar tanaman hias pada umumnya, sosok mawar gurun ini memang layak dikagumi. Adenium bukan saja menampilkan bunga berlimpah dan menawan. Tanaman sukulen ini mampu menyuguhkan karakter yang khas kepada pemiliknya.

Dunia berhobi adenium saat ini menunjukkan gejala mengarah kepada adenium bergaya bonsai. Kondisi seperti ini membuat sosok adenium taklagi dinikmati keindahan bunganya saja. Namun juga komposisi bentuk dan keseimbangan proporsi postur tajuk, batang dan bonggol tanaman.

Sepintas lalu adenium seperti itu bertampang seperti bonsai. Namun, demikian, banyak pehobi dan penggemar tanaman bonsai tidak setuju bila tanaman gurun ini dimasukkan sebagai bonsai. Pasalnya adenium adalah tanaman sekulen yang tidak berzat kayu. Sementara itu, tanaman yang bisa dibonsaikan adalah jenis tanaman yang berkayu. Sebut saja adenium bergaya bonsai. Bukan bonsai adenium.

Semakin banyak daya tarik dan keindahan yang ditawarkan tentu akan didampingi dengan banyak permasalahn pula. Aneka problem tersebut tentu saja bukan menjadi penghalang bagi kita. Namun justru membuat kita menjadi semakin tertantang mendalami hobi adenium. Buku ini akan mengulas berbagai Trik dan Tips seputar hobi adenium.

Antara Bonggol dan Bunga

Ada banyak sekali ragam varietas adenium berbunga yang bisa kita pilih sebagai tanaman kelangenan. Disamping itu ada pula jenis adenium berbonggol indah yang bisa dikoleksi. Umumnya, bonggol adenium bunga tidak bisa menggembung dan berbentuk unik. Sebaliknya jenis adenium berbonggo,besar pada umumnya tidak bisa menghasilkan bunga dalam jumlah yang banyak. Adenium berbonggol gempal dengan bunga yang melimpah bisa diperoleh dengan jalan penyambungan.

Jenis adenium bonggol yang saat ini banyak perdagangkan adalaj jenis adenium Arabicum. Adenium jenis ini sering digunakan sebagai batang bawah. Adenium arabicum termasuk jenis langka. Penampilannya sangat eksotis karena batangnya besar dengan percabangan banyak. Takheran jika banyak diburu untuk dijadikan batang bawah. Keistimewaan tanaman yang berjuluk queen of thousand flower ini adalah rajin berbunga. Bunganya berwarna putih dengan pinggiran merah muda dan corong putih. Namun tanaman ini sulit di perbanyak. Ukuran bunga mencapai sekitar 4-8 ,5 cm.

Somalense merupakan species yang lain. berasal dari somalia selatan sampai daerah di kenya dan tanzania. di somalia dan beberapa area di kenya , tanaman ini merupakan tanaman berukuran kecil sampai berukuran 15 kaki dengan bonggol batang berukuran sangat besar. tetapi didaerah lain cenderung menyemak menyerupai obesum. bunganya berukuran agak kecil

Seputar Benih dan Biji

Sukses berhobi dan budidaya adenium diawali dari mutu biji, cara penyemaian dan perawatan bibit. Pemilihan biji harus dilakukan secara teliti dan benar. Setelah di pilih, benih masih harus disemai sampai menjadi bibit adenium. Tanaman muda itu wajib dirawat secara benar.

 

Memilih Benih

Adenium berkembiak dan menyebarkan biji dengan bantuan angin. Itu sebabnya, biji adenium didisain oleh Sang Pencipta berbentuk aerodinamis. Akibatnya benda menyerupai jarum itu ringan dan ber berkulit tipis. Hal seperti itu menyebabkan fungsi perlindungan embrio dalam benih menjadi minim. Sehingga benih adenium menjadi bersifat rentan terhadap pengaruh lingkungan luar. Kulaitasnya pun cepat mengalami penurunan.

Cara memilih benih adenium berbeda dengan benih jenis tanaman lain. Cara pemilihan beih adenium tidak bisa dilakukan dengan jalan memasukkan ke dalam air. Benih adenium sangat ringan. Sehingga benih berkualitas akan tetap mengambang dan tidak pernah tenggelam ke dasar.

Pemilihan benih yang umum dilakukan didasarkan kepada umur benih. Benih dikatakan berkualitas bila umurnya tidak lebih dari 2 bulan. Benih seperti itu ditandai dengan kulitnya yang nampak elastis dan pejal. Sementara itu, benih yang sudah lama tersimpan nampak berkerut, rapuh, serta berwarna coklat kotor.

Cara lain untuk menandai benih berkualitas dapat dilakukan dengan jalan menekan benih dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Benih berkualitas terdapat isi benjolan di dalamnya. Benjulan tersebut adalah embrio dan cadangan makanan.Bila kulit mudah pecah, berarti benih sudah lama. Buang saja benih seperti itu.

 

Menyemai Benih

Langkah penyemaian bisa diawali dengan menyiapkan tray atau pot. Anda bisa memanfaatkan nampan sebagai tray. Sebagai saluran drainasi alias pembuangan air, dibagian bawah nampan itu dibuat lubang dengan jarak antar 1 cm. Nampan tersebut sebaiknya dipilih yang berukuran 60x40cm tinggi 7 cm

Persiapan berikutnya yaitu media penyemaian. Anda bisa meramu media persemaian dengan bahan dasar yang terbuat dari campuran arang sekam, pasir malang, coco peat(sabut kelapa), dan sedikit tanah. Komposisinya masing-masing 3:2:1:0.25. Sebelum media tanam dimasukkan, akar pakis dimasukkan lebih dulu setebal 1 cm. Fungsinya untuk mencegah penymbatan lubang drainasi. Setelah itu, media tanam dibasahi dengan bantuan sprayer. Lalu dimasukkan ke dalam nampan setebal 5 cm.

Biji lalu bisa ditaburkan. Dengan jalan menatanya. Jarak antar biji berkisar antara 2,5 – 3 cm. Etelah tertata, biji lalu bisa ditutup dengan campuran arang sekam dan pasir. Perbandingannya 2 : 1. Disarankan tidak memakai adonan coco peat dengan tanah untuk menutup biji. Sebab dikhawatirkan media tersebut terlalu banyak menyimpan air. Sehingga bisa menyebabkan benih menjadi busuk. Setelah benih ditutup dengan media tanam setebal 1 cm, Anda bisa segera menyiramnya dengan bantuan sprayer. Tray persemaian lalu ditutup dengan plastik selama 2 hari. Setelah itu dibuka. Sekitar 12 – 14 hari kemudian, benih akan tumbuh.

Biji akan mulai bertunas pada umur 12-14 hari. Setelah tanaman tumbuh setinggi 4-5 cm (umur 2-3 bulan) , bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jangan memindahkan bibit yang masih kecil karena dikhawatirkan belum kuat beradaptasi dengan media baru.
Setelah bjiji menjadi kecambah, problem seringkali muncul. Antara lain:

  • Kecambah tumbang

Dimulai dari beberapa kecambah dulu kemudian, –seperti menulari yang lain,– beberapa lainnya lagi ikut tumbang. Penyebabnya, drainase penyemaian yang kurang baik yang mengakibatkan akar menjadi busuk.

  • Bonggol membusuk

 

Umumnya disebabkan oleh Pithium atau Phytopthera terutama ketika kecambah dipindahkan. Benih dengan akar dan bonggol busuk dengan mudah bisa dilihat dari daun-daunnya yang menguning.

  • Ulat

Hal ini menyebabkan benih jadi mati.

 

Cara semai:

  1. Anda bisa mengunakan nampan kecil.
  2. Lubangi bagian bawah jarak 1 1cm.
  3. Persiapkan media terdiri dari sekam bakar halus atau gunakan pasir steril saja. Penambahan pupuk akan memyebabkan media panas dan biji tidak tumbuh.
  4. Masukkan media ke nampan.
  5. Tanam biji posisi tidur.
  6. Tutupi biji dg sekam bakar.
  7. Spray teratur ke media.
  8. Tutup dengan plastik or tempatkan di tempat teduh.
  9. Biji berkecambah umur 7 hari.
  10. Bila kering spray secara halus jgn terlalu basah.
  11. Pupuk kandang, untuk penyemaian sebnarnya belum memerlukan pupuk ini, apalagi kalo pupuk itu masih mentah, al hasil bukannya biji tumbuh, malah mati karena panas.

Terimakasih kepada:
Reza Florist Semarang
Jl. Gaharu Utara Dalam 1/111
Semarang
HP: 08179556329

 

 

 

 

 

 

Media Tak Subur Caladium Tertidur

Filed under: Tanaman Hias — agroculturesupercamp @ 2:17 am

caladium2kecil.jpg

Meski tak nampak tumbuh di atas permukaan tanah, jangan buang keladi yang Anda miliki. Mungkin tanaman tersebut tengah menjalani masa tidur panjang. Berikan perlekuan agar caladium bisa bangkit dan tumbuh subur kembali.

Pesona Caladium terletak di daunnya. Lembaran daun caladium memiliki banyak corak. Dan dengan warna yang kontras dan menyolok. Namun, sayangnya tanaman ini banyak dikenal sebagai tanaman yang sulit menghasilkan daun dalam jumlah banyak secara serempak. Bahkan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dan cara penanganan yang tidak benar bisa mengakibatkan caladium mengalami mogok tubuh.

Masa tidur atau mogok tumbuh seperti itu sering juga disebut sebagai dorman. Di habitat asalnya, keladi sering melakukan dormansi sebagai salahsatu cara untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Semisal, suhu dan lama penyinaran yang tidak sesuai. Kekurangan zat hara dan air.

 

Karena kurang air

Dalam keadaan lingkungan yang menguntungkan, keladi tumbuh secara normal dan menimbun cadangan makanan dalam umbi. Jadi, organ di dalam tanah tersebut selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan juga bermanfaat sebagai gudang penimbun cadangan makanan. Semakin besar ukuran umbi, maka keladi bisa memiliki waktu tidur yang semakin lama pula.

Dormansi harus segera diatasi. Sebab, jumlah cadangan makanan dalam lumbung tersebut terbatas. Jika tanaman terlalu lama melakukan dormansi, dikawatirkan tanaman yang Anda miliki akan menemui ajal.

Banyak pehobi tanaman hias mengira bahwa keladi yang ia miliki telah mati. Maka tak heran jika pehobi tersebut lantas membongkar lalu membuang tanaman kesayangannya. Padahal, tanaman tersebut sebenarnya masih hidup. Hanya saja ia tidak mengeluarkan daun ke permukaan tanah.

Ada banyak penyebab yang bisa memicu tanaman keladi Anda jadi dorman. Kondisi cuaca yang tidak mendukung serta cara perawatan yang tidak benar bisa merangsang tanaman melakukan dorman. Menurut Jalil Yumal. F, staf dari Adelia Nursery, kaladium mengalami dormansi pada waktu musim kemarau. Atau bisa juga bila tanaman tersebut mendapat jatah penyiraman yang kurang.

Kondisi kekurangan air bisa diatasi dengan jalan melakukan penyiraman dengan frekuensi yang banyak. Selain itu, media tanam juga harus diramu sedemikian rupa sehingga mampu menahan air dalam jumlah cukup dan dalam jangka waktu lama.

Jalil menyarankan sebaiknya media tanam kaladium mengandung banyak bahan organik. Media tanam seperti itu diracik dengan bahan baku cocopeat, arang sekam dan pupuk kandang. Perbandingannya masing-masing yaitu 1 : 1 : 1. Selain mampu menyimpan air secara baik, media tanam seperti itu juga bersifat gembur. Media tanam yang terlalu keras dan padat juga bisa memicu Caladium jadi dorman.

Jalil mengatasi caladium dorman dengan jalan melakukan reepotting. Umbi caladium dikeluarkan dari dalam pot. Sebelum ditanam, umbi tanaman keluarga araceae tersebut direndam dulu dalam larutan perangsang atau hormon. Perendaman dilakukan selama 15 menit. Jalil menggunakan hormon bermerk dagang happy gro untuk merangsang pertumbuhan umbi caladium yang sedang dorman.

Jika semua sudah dilakukan, caladium bisa segera ditanam dalam media tanama baru yang banyak mengandung bahan organik. Sisa larutan hormon disiramkan dalam media tanam. Kondisi media tanam harus lembap. Setelah itu pot disugkup menggunakan plastik transparan. Tujuannya untuk mempertahankan kelembapan. Kaladium tersebut lalu ditaruh ditempat yang teduh (cenderung gelap) dan sejuk. Sekitar 1 – 2 minggu kemudian, tunas caladium sudah tumbuh. Anda boleh memindah tanaman tersebut menuju pot tunggal jika caladium sudah memiliki daun sebanyak 3 – 4 lembar. Atau setelah usianya 2 bulan.

 

 

 

Tidak selalu merugikan

Bagi para breeder tanaman hias, dormansi ternyata tidak selamanya merugikan. Masa tidur tersebut bisa dimanfaatkan agar pada periode pertumbuhan berikutnya caladium bisa memiliki jumlah daun yang banyak. Caranya sangat mudah. Keladi dikeluarkan dari media tanam lantas ditaruh dalam wadah yang kering dan bersih. Umbi tersebut lalu ditaruh di tempat yang teduh dan sejuk. Dibiarkan sampai tunasnya muncul

Tunas pertama yang muncul harus segera dipotong dengan bantuan pisau yang steril. Tujuannya supaya tidak menghambat pertumbuhan tunas berikutnya. Pemotongan tunas tersebut akan merangsang pertumbuhan tunas lain dalam jumlah yang lebih banyak. Setelah itu, umbi caladium bisa segera ditanam ke dalam media yang banyak mengandung bahan organik. Sekitar 2 minggu kemudian, tunas daun baru akan menyembul ke permukaan tanah. Jumlahnya bisa dipastikan lebih dari satu.

 

 

Tips agar Caladium tetap subur

1. Penyiraman

Penyiraman dilakukan 2 - 3 hari sekali pada musim kemarau. 
Pada musim hujan frekuensi penyiraman dikurangi.

2. Pemupukan

Berikan pupuk berkadar N tinggi. Unsur N memacu pertumbuhan vegetatif. Bila menggunakan pupuk lambat urai, seperti Dekastar dan Bintang Asri, taburkan saat penanaman. Namun, jika menggunakan pupuk cepat urai misal Growmore dan Hyponex, diberikan 2 minggu setelah tanam. Selanjutnya, pemupukan setiap 2 – 3 minggu pada musim hujan; musim kemarau, 4 – 6 minggu sekali.

3. Media tanam gembur

Media berupa campuran tanah dengan humus, cocopeat , sekam bakar, kompos. Perbandingannya 1:1. Atau menggunakan 100%bahan organik.

 

Selamat berkebun. Semoga kaladium kesayangan Anda senantiasa tumbuh subur.

 

Philodendron: Tebarkan Kesejukan dan Kesegaran

Filed under: Tanaman Hias — agroculturesupercamp @ 2:12 am

Warna-warni daun philodendron memang terbukti bisa memberikan nuansa sejuk dan segar. Maka tak heran jika flora ini mendapat julukan aneka minuman yang menyegarkan.

Philodendron memang bukan jenis tanaman baru. Beberapa bulan terakhir, keberadaanya sempat membayangi anthurium. Beberapa nursery telah memprediksikan calon ketenaran philodendron. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya nursery yang melakukan stok tanaman ini.

Awalnya tanaman ini hanya distok di bagian belakang nursey. Namun , awal tahun 2007 ini nampaknya para pemilik nursery telah banyak yang memajang phylodendron dalam geray yang terletak di depan. Bahkan, ada pula penjual tanaman yang memajang philodendron sebagai salah satu tanaman unggulan.

 

 

Berwarna-warni daunnya

Trend memang selalu diikuti dengan semakin meningkatnya jumlah permintaan. Akibatnya, harga pun menjadi semakin melambung. Jika kondisi seperti itu berlangsung terus, tak mustahil akan terjadi kelangkaan stok barang.

Philodendron termasuk jenis tanaman hias daun. Keberadaannya sering menjadi tredn pada waktu musim hujan. Tanaman ini banyak diminati lantaran mudah diperbanyak serta memiliki penampilan yang cantik.

Berbeda dengan anthurium, warna daun philodendron itu beragam. Ada yang berwarna hijau muda, kuning menyolok, jingga, merah dan cokelat kehitaman. Warna-warna daunnya yang beraneka ragam seperti itu membuat philodendron diberi julukan tertentu. Semisal philodendron dengan daun berwarna kuning menyuluk diberi juluka orange juice. Sebab, daun tanaman tersebut bisa menghadirkan kesegaran layaknya jus jeruk. Sementara itu, philodedron dengan daun berwarna hijau muda diberi nama melon juice.

Meski ragam jenis philodendron ada banyak, namun jenis philo eceng nampak paling banyak distok oleh para pedagang tanaman hias. Nampaknya naluri bisnis para pedagang tanaman hias tersebut mengatakan bahawa jenis philo eceng bakal menjadi tanaman favorit pada tahun ini.

Warna daun pilo eceng memang tidak semeriah bila dibandingkan dengan jenis lomon juice, melon juice dan orang juice. Warna daunya hijua muda dengan batang lebih cerah. Hanya saja, bentuk daun philo eceng lebih unik ketimbang bentuk daun jenis philo lain. Sosoknya menyerupai eceng gondok yang banyak tumbuh di rawa-rawa.

Batang daun philo eceng menggembung. Daunnya berbentuk lanset. Tebal serta berpenampilan kompak. Kualitas philo eceng ditentukan berdasarkan postur tanaman, bentuk dan ukuran tanaman. Pedagang biasanya memberikan kode kualitas tanaman dengan singkatan KW. Philodendron berkualita paling bagus diberi konde KW 1, kualitas di bawahnya KW 2 dan seterusnya.

 

Bandel dan mudah dirawat

Cara pemeliharaan philodendron tidak rumit. Tanaman ini tergolong jenis tanaman yang tahan panas, dan tahan ternaung. Jadi ia bisa ditanam di mana saja. Di taman maupun di teras, sebagai tanaman indoor. Hanya saja menurut pengakuan Yeti petani philodendron di Sawangan, Depok, jenis philo impor memiliki daya tahan yang tidak sebagau philo lokal. Daunnya mudah membusuk bila terlalu sering terkena air hujan.

Penampilan philodendron menjadi semakin cantik bila ditanam di daerah dataran tinggi. Posturnya semakin kompak seiring dengan semakin bertambah tingginya lokasi penanaman. Warna daunya pun akan menjadi kian pekat bila dibudidayakan di derah berhawa sejuk.

Tanaman ini juga mudah diperbanyak. Yaitu dengan jalan split anakan. Pertumbuhan philodendron tergolong cepat. Lebih cepat bila dibandingkan dengan anthurium.

Meski termasuk jenis tanaman yang bandel, bukan berarti philodendron kebal hama dan penyakit. Busuk pangkal daun, akar dan batang sering menerjang philodendron jika dibudidayakan di tempat yang terlalu lembap, dan kurang terkena sinar matahari. Hama penggerek senang mengganyang batang sera daun philodendron. Jenis hama lain adalah siput.

Serangan busuk akar bis adicegah dengan jalan mengatur frekuensi penyiraman. Jatah penyiraman cukup diberikan 1 kali saja dalam sehari. Agar air tidak menggenang, media tanam haru porus. Media tanam seperti itu bisa dibuat dengan meramu kompos, tanah dan sekam. Perbandingannya masing-masing 2 : 1 : 2. Serangan penyakit busuk juga bisa ditangkal dengan jalan menaruh tanaman di tempat yang cukup terkena sinar matahari. Philodendron juga sebaiknya dihindarkan dari terpaan air hujan sexcara langsung.

Philodendron adalah jenis tanaman hias daun. Maka, ia tidak butuh pupuk dengan kandungan Pospor dan Kalium yang tinggi layaknya jenis tanaman hias bunga. Pemupukan bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk majemuk dengan kandungan N. P, dan K yang seimbang. Semisal 20 : 20 : 20 atau 15 : 15 : 15. Pemupukan dilakukan 1 – 2 kali dalam sebulan.

Kompak atau tidaknya tajuk philodendron sangat dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari. Agar tajuknya bisa kompak, sebaiknya seluruh bagian tanaman terkena sinar matahari secara merata. Sinar matahari ang tidak merata bisa mengakibatkan pertumbuhan tajuk philo menumpuk di salah satu sisi. Bagian yang jarang terkena sinar matahari akan terhambat pertumbuhannya. Sehingga kelihatan kosong.

Tips agar daun mulus dan mengkilap

Daun philodendron bisa mulus jika sehat. Tanaman ini harus memperoleh jatah hara secara cukup dan seimbang. Agar daun tidak terbakar, sebaiknya ditaruh di tempat yang terhindar dari terik matahari. Daun bisa tampil mengkilap jika selalu di lap. Dilakukan dengan busa basah setiap sehari sekali.

 

 

 

 

Sedang diisi

Filed under: Fauna Kesayangan (Unggas) — agroculturesupercamp @ 2:07 am
 

Sedang diisi

Filed under: Wisata — agroculturesupercamp @ 1:59 am
 

Sedang diisi

Filed under: Sarana Produksi (Pupuk) — agroculturesupercamp @ 1:59 am
 

Sedang diisi

Filed under: Sarana Produksi (Peranti Kerja) — agroculturesupercamp @ 1:59 am